10/05/2019 admin0

Apartemen Jakarta Selatan

Apartemen Jakarta Selatan

Apartemen Jakarta Selatan dinilai masih lebih menggiurkan dari semua subsektor properti yang ada. Tanpa mengesampingkan instrumen properti lainnya seperti rumah, tanah atau ruko, apartemen merupakan salah satu jenis properti yang perkembangannya cukup pesat sebagai investasi sekarang dan di masa depan.  Investasi masa depan yang dimaksud adalah harga jual yang terus melambung tinggi. Sedangkan investasi masa sekarang adalah harga sewa unit apartemen yang terbilang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu passive income tersendiri bagi pemiliknya. Karena faktor itulah kami masih optimistis berinvestasi di sektor apartemen masih pilihan terbaik. Peluang menarik bagi investor atau end user itu adalah ketika peningkatan capital gain di dalam waktu lima tahun terakhir sudah mencapai tiga kali lipat.  tawaran paling utama dari apartemen ini adalah kebutuhan tinggal dengan nyaman di tengah kota. Namun, meski tinggal di perkotaan, kebanyakan konsumen tetap ingin menerapkan menerapkan kehidupan hijau dalam kehidupan sehari-hari di apartemen. Tak sedikit yang memperhitungkan seberapa hijau sih tinggal di bangunan vertikalnya.

The Kencana Residence yang dikembangkan PT Menara Perkasa Margahayu Land (MPM) resmi menggandeng The Ascott Ltd untuk mengoperasikan Somerset Residence di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan. The Kencana ditargetkan dapat selesai pada akhir Desember 2018. Hunian ini terdiri atas dua menara dengan total 395 unit dilengkapi fasilitas kolam renang dan ruang olahraga. Rinciannya, menara apartemen setinggi 35 lantai berisi 191 unit, sedangkan menara kondotel yang juga setinggi 35 lantai itu berisi 204 unit kondotel. Apartemen yang berada di kawasan elite tidak jauh dari Pondok Indah ini menargetkan warga generasi kedua yang tinggal di daerah Pondok Indah. Alasannya adanya kedekatan emosional dengan keluarga sehingga biasanya mereka tidak mau tinggal berjauhan. Selain itu, The Kencana Residence juga menargetkan ekspatriat khususnya Jepang dan Korea Selatan karena properti kami berada tidak jauh dari koridor bisnis TB Simatupang yang sekarang sedang berkembang. The Kencana Residence juga memiliki 3 tipe penthouse yaitu tipe 60 m2, 200 m2, dan 250 m2. Harga per meter persegi sebesar Rp55 juta/m. Salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada konsumen ialah kerja sama dengan Ascott dalam pengoperasian layanan bagi penghuni. Melalui kerja sama ini Ascott akan mengoperasikan serviced residence The Kencana dengan brand Somerset Kencana. Somerset Kencana dengan total 148 unit terdiri atas beberapa tipe apartemen yaitu satu kamar, dua kamar, dan tiga kamar.

Setiap tipe apartemen dilengkapi dengan dapur yang lengkap dan beberapa fasilitas termasuk kolam renang dan gym. Dengan serviced residence, maka konsumen akan mendapatkan pelayanan apartemen fully furnished yang bisa disewa dengan perlengkapan layaknya hotel. Ada beberapa hal yang mendasari yaitu suku bunga bank sudah diarahkan menjadi single digit, pajak final diturunkan dari sebelumnya 5% menjadi tinggal 2,5% yang berlaku pada September 2018, dukungan perbankan dengan LTV dari 80% menjadi 85%. Hal ini merupakan momen yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti. Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.08/2016 yang mengatur tentang mekanisme investasi dana repatriasi ke sektor nonkeuangan. Salah satu sektor yang ditawarkan ialah sektor properti.

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan DKI Jakarta telah naik. Rata-rata kenaikannya sekitar 19,54%. Lantas, apakah kenaikan ini berpengaruh ke biaya sewa apartemen?

Senior Associate Director Colliers International, Ferry Salanto menerangkan, kenaikan NJOP akan berpengaruh pada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sementara, dalam sewa apartemen terdapat dua komponen yang dibayarkan konsumen yakni sewa apartemen itu sendiri dan biaya operasional (service charge). Menurutnya, biaya operasional ini bisa kena dampak karena kenaikan NJOP ini. Sebab, komponen PBB biasanya masuk di biaya operasional. Namun, pihaknya tak bisa merinci dampak kenaikan PBB terhadap biaya operasional. Sebab, pihaknya tak mengetahui porsi PBB dalam biaya operasional tersebut. Portofolio Manager Colliers International Moehamad Djuni Duwijanto mengatakan, PBB masuk dalam komponen biaya operasional sewa apartemen. Dengan naiknya PBB, maka biaya operasional yang dibayarkan juga ikut naik. Soal pengaruh PBB ke besarnya kenaikan biaya operasional, Djuni tak mengetahui. Sebab, kenaikan biaya operasional tergantung dari pemilik hunian.


WhatsApp chat Saya Online - Respon Cepat